Tampilkan postingan dengan label Business News & Strategy For Entrepreneurs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business News & Strategy For Entrepreneurs. Tampilkan semua postingan

3 Tips Memulai Bisnis dari JK

Posted by Anonim On 09.05

3 Tips Memulai Bisnis dari JK



Jakarta - Pengusaha Jusuf Kalla (JK) berbagi tips menjadi pengusaha yang sukses. Setidaknya ada 3 tips memulai jadi pengusaha versi JK. 

Pola pertama adalah melanjutkan bisnis yang telah dijalankan keluarga.

"Kedua menjadi karyawan perusahaan dapat pengalaman terus jadi pengusaha," ucap JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl. Kapten Tendean Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Tips ketiga adalah menjalankan bisnis dari awal hingga menjadi sukses. "Ketiga mulai daripada berusaha sendiri dengan keyakinan," sebutnyanya

Menurut JK, pengalamannya menjadi pengusaha karena terlibat dalam bisnis yang telah dijalankan oleh sang ayah.

"Saya melanjutkan suaha keluarga. Usaha orang tua saya. Saya meneruskan usaha lebih baik," jelasnya.


Pendidikan Adalah Salah Satu Modal Memulai Usaha



Jakarta - Untuk sukses menjadi pengusaha pendidikan merupakan hal yang penting agar usaha menjadi maju.

Menurut mantan Wakil Presiden RI sekaligus pengusaha nasional Jusuf Kalla, menjadi pengusaha salah satu modalnya adalah pengalaman, dan pengalaman paling baik salah satunya pendidikan.

"Pendidikan adalah salah satu modal paling baik untuk memulai menjadi pengusaha," ucap JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2013).

Pria yang biasa disapa JK ini mengungkapkan ayahnya hanya lulus 3 SD (sekolah dasar). Namun ia sudah bisa berbisnis. 

"Bapak saya hanya lulusan 3 SD, saya harus lebih baik lagi," ucapnya.

JK mengaku untuk menjadi pengusaha, dirinya memulai dengan belajar dengan sang-Ayah yang memang hanya lulusan SD.

"Bapak saya punya perusahaan dan toko, saya juga ikut jualan di toko, itu modal saya juga belajar jadi pengusaha, dan saat ini saya juga terapkan ke anak-anak saya," tandasnya.

JK: Saya Jadi Pengusaha Sejak Kecil, Pulang Sekolah Jaga Toko



Jakarta -Pengusaha yang juga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, ingin jadi pengusaha sukses harus dilatih dari kecil. Lingkungan dan pengalaman penting dalam membentuk jadi pengusaha sukses.

"Jadi dari kecil harus dilatih jadi pengusaha, sejak kecil saya pulang sekolah jaga toko. Jadi usai kuliah saya langsung jadi pengusaha. Karena itu harus dilatih karena dunia usaha berhubungan dengan lingkungan," tutur JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Pada kesempatan itu, JK juga menyinggung soal cara menjalankan usaha keluarga. Menurutnya, ingin sukses menjalankan usaha keluarga harus meniru cara pengusaha keturunan Tionghoa.

"Anak pengusaha kita beda dengan yang keturunan Tionghoa yang semuanya meneruskan usaha keluarga. Satu-satunya cara cari kerja ya meneruskan usaha keluarga. Kalau pengusaha kita anaknya terlalu banyak kemungkinan, bisa jadi dosen, pegawai dan lain-lain. Dari 5 anak yang jadi pengusaha 1 atau 2. Jadi sulit kaderisasi," paparnya.

JK: Kasihan Pengusaha Kalau Gaji Buruh Langsung Naik Jadi Rp 3,7 Juta/Bulan



Jakarta - Para buruh di Jabodetabek saat ini menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) cukup tinggi mencapai Rp 3,7 juta per bulan. Jumlah ini dianggap terlalu tinggi dan akan membuat pengusaha menjadi terbebani.

Pengusaha yang juga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bila buruh menuntut gaji terlalu tinggi maka kasihan para pengusaha.

"Kalau buruh menuntut gaji dari Rp 2 juta per bulan menjadi Rp 3,7 juta per bulan itu berat bagi pengusaha, kasihan juga pengusahanya," ucap JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2013).

Bahkan menurut JK, jika hal tersebut terjadi maka yang kasihan juga para buruh. "Karena kalau pengusahanya tidak mampu bayar gaji, lalu tutup usahannya yang kasihan kan buruhnya juga," katanya.

Menurutnya untuk gaji Rp 1 juta per bulan bagi buruh di Jakarta tentu sangat tidak cukup.

"Kalau gaji buruh hanya Rp 1 juta per bulan sekarang ini hanya cukup 1 minggu, tapi kalau gaji Rp 3 jutaan memang suatu saat bisa, tapi bertahap, tidak bisa juga langsung minta tinggi," katanya.

JK: Jadi Pengusaha Jangan Baca Peraturan

Posted by Anonim On 08.58

JK: Jadi Pengusaha Jangan Baca Peraturan



Jakarta -Menjadi pengusaha jangan terlalu melihat peraturan. Peraturan dinilai justru membuat calon pengusaha atau pengusaha pemula menjadi takut dalam berbisnis. 

Hal ini disampaikan oleh pengusaha yang juga Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl. Kapt. Tendean Jakarta, Selasa (24/9/2013).

"Pengusaha baca peraturan dia nggak akan jadi pengusaha. Jangan baca peraturan, terlalu banyak peraturan dia takut jadi pengusaha," ucap JK.

Menurutnya memulai berbisnis diminta jangan terlalu bergantung pada pemerintahan. Apalagi berharap pada program pemerintah.

"Jadi pengusaha nggak usah ke kementerian minta tolong ke menteri. Itu nanti nggak jalan. Just do it," serunya.

JK Sebut Kena Tipu Hal Biasa Dalam Berbisnis


JK Sebut Kena Tipu Hal Biasa Dalam Berbisnis


Jakarta -Menjalankan bisnis akan dihadapkan pada berbagai persoalan antaralain kena tipu. Misalnya kena tipu dari rekan bisnis hingga karyawan. 

Pengusaha sukses dan juga mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) menilai penipuan dalam bisnis merupakan hal wajar.

"Biasa sajalah," ucap JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl. Kapten Tendean Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Menurutnya ia pernah mengalami kena tipu saat menajalankan bisnis. Bahkan pernah menjual suatu barang namun tak dibayar oleh sang pembeli.

"Saya jual listrik tidak semua membayar, ada yang tipu, nggak bayar, ada pegawai yang tipu," jelasnya.

Namun presentasi kerugian dari penipuan hingga gagal bayar harus terjaga dalam batas yang wajar. "Kita jaga jangan presentasi sampai besar," tegasnya.

Takut Gagal Jadi Pengusaha? Ini Tips Dari JK



Jakarta - Banyak orang yang ingin mulai menjadi pengusaha masih tidak berani karena takut gagal, ini dia tips dari mantan Wakil Presiden RI sekaligus Pengusaha Nasional Jusuf Kalla (JK) bagi kalian yang mau jadi pengusaha tapi takut gagal.

"Jangan pernah takut gagal jadi pengusaha, seorang pengusaha harus mampu menghadapi kegagalan," ucap JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2013).

Kata JK, kegagalan dalam menjadi pengusaha atau memulai usaha ada dua macam.

"Menghadapi kegagalan itu dijadikan satu guru dan menjadi lebih kuat dalam melakukan perhitungan," katanya.

"Guru itu belajar dulu baru mengajar dulu baru menguji, kalau kegagalan itu menguji dulu baru mengajarkan kita agar jangan sampai gagal lagi. Kedua kegagalan akan membuat kita jadi kuat dalam melakukan perhitungan, makanya banyak orang marketing menjadi pengusaha," ucapnya.

Jadi kata JK, "Mau jadi usaha segera, jangan takut, jangan takut gagal jadi pengusaha," tandasnya.

UKM Dipajaki, JK: Kalau Tidak Bayar Pajak Siapa Yang Gaji PNS?



Jakarta -Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan aturan akan menarik pajak bagi Usaha Kecil Menengah (UKM), hal itu wajar dilakukan karena kalau sudah capai omzet besar kenapa tidak bayar pajak.

Menurut mantan Wakil Presiden yang juga pengusaha nasional Jusuf Kalla (JK), pajak penting bagi negara, bagi pengusaha UKM yang dikenakan pajak tidak usaha takut bayar pajak jika memang sudah punya omzet besar.

"Pajak itu memang ada batasannya, kalau usaha UKM sudah memiliki omzet yang sekian dan besar maka sudah seharusnya kena pajak," ucap JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2013).

Kata JK dan sudah seharusnya yang wajib pajak harus membayar pajaknya, karena kalau tidak bayar pajak siapa yang membiayai negeri ini mulai bangun jalan, gaji tentara dan gaji PNS.

"Kita harus taat bayar pajak, wajib pajak bayar pajaknya, kalau tidak taat bayar pajak siapa yang mau bangun jalan, siapa yang gaji tentara kita, siapa yang gaji PNS," tandasnya.
Bisnis Boleh di Berbagai Industri, Asal Terus Berkembang


Jakarta -Mengelola bisnis supaya sukses tak hanya harus fokus, tapi juga harus tumbuh. Pertumbuhan ini bisa dilakukan melalui berbagai cara.

Menurut mantan Wakil Presiden yang juga pengusaha nasional Jusuf Kalla (JK), memiliki bisnis di berbagai lini industri bukan berarti tidak fokus. Selama bisnis tersebut bisa tumbuh dengan baik, maka bisnis tersebut bisa sukses.

"Itu tidak apa-apa. Kita punya bisnis di berbagai sektor tidak apa-apa selama bisnisnya tumbuh terus, ini yang penting," kata JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2013).

Ia memberi contoh, pengusaha nasional Ciputra selama ini terkenal fokus di properti, tapi jika dilihat lebih dekat bisnis propertinya tersebut juga terbagi lagi menjadi hotel, apartemen, rumah tapak dan lain-lain.

"Tidak apa-apa selama masih terus tumbuh," ujarnya.

Selain itu, kata JK, pengusaha nasional lainnya Chairul Tanjung (CT) juga sudah biasa merambah sektor-sektor baru di lini industri yang berbeda. Menurutnya, CT juga sudah fokus karena bisnisnya sudah terus berkembang
JK: Bukan Hanya Politisi, Entrepreneur dan Penemu Bisa Mengubah Dunia


Jakarta -Banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang pengusaha atau entrepreneur termasuk bisa mengubah dunia. 

"Bukan hanya politisi. Entrepreneur dan penemu bisa mengubah dunia. Anak muda bisa juga mengubah dunia," ucap Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl. Kapten Tendean Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Sambil bergurau, JK mengatakan seorang pemain bola prefesional seperti Cristiano Ronaldo juga bisa mengubah dunia. Ronaldo menurutnya mampu mengubah aktivitas seseorang ketika sang pemain bola ini bermain, meskipun pertandingan dilangsungkan larut malam.

"Pemain bola bisa mengubah dunia. Ronaldo bisa mengubah jam kerja kita," sebutnya.


Menurutnya mengubah dunia dengan prestasi ini bisa dilakukan ketika sebuah bidang dikerjakan dengan tekun dan konsisten. "Selama fokus, kita bisa mengubah dunia," tegasnya

Jakarta -Dalam acara d'Preneur salah satu peserta yang merupakan pegawai kontrak di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertanya soal bagaimana sukses menjadi pengusaha ikan. Ini tips dari JK.

"Ya kamu harus jual lebih banyak ikan lagi," ucap mantan Wakil Presiden RI sekaligus Pengusaha Nasional Jusuf Kalla (JK) dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2013).

Namun JK meminta agar pegawai kontrak di KKP itu memilih, jika ingin benar menjadi pengusaha ikan yang sukses maka segera berhenti.

"Kenapa Anda masih kerja jadi pegawai? Kalau mau sukses Anda harus pilih salah satu, kalau mau sukses jadi pengusaha ikan maka keluar jadi pegawai (KKP-red)," ujarnya.

Alasan JK menyarankan harus memilih, karena untuk menjadi pengusaha haruslah fokus pada usahanya, ketika pada saat yang sama menjadi pegawai maka tidak akan pernah fokus.

"Mau sukses anda harus fokus, bagaimana anda bisa fokus anda harus pagi-pagi sudah harus berangkat kerja ke kantor, mau sukses usaha ikan, anda harus cek benar-benar ikan tersebut, harus turun langsung apalagi itu ikan segar, kalau anda masih jadi pegawai, dua-duanya anda bisa gagal, jadi anda pengusaha gagal, jadi pegawai pun anda gagal, jadi pilih salah satu dan fokuslah," tandasnya.

JK: Bisnis Bisa Berjalan Otomatis Setelah 35 tahun



Jakarta -Pengusaha sukses merintis usaha dari bawah dan harus intens terlibat aktif mengurus bisnisnya di masa-masa awal. Bila usaha sudah besar sesuai perjalanan waktu maka bisa dikendalikan secara otomatis.

Pengusaha nasional dan juga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai seorang pengusaha pemula dilarang meninggalkan usaha dan menyerahkan bisnisnya kepada orang lain, sebelum usahanya berkembang. 

Seorang pengusaha bisa menyerahkan bisnisnya kepada seseorang atau berjalan otomatis ketika bisnis yang ditekuni telah berusia 35 tahun.

"Kalau Anda sudah bisnis 35 tahun baru bisa. 35 tahun boleh auto pilot kalau Anda baru mulai. Anda auto pilot, pesawat bisa menabrak," ucap JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl. Kapten Tendean Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Menurutnya bisnis bisa saja diserahkan kepada orang lain ketika perusahaan yang didirikan telah tumbuh dewasa. Hal ini diakuinya berdasarkan pengalamannya berbisnis.

"Saya bisa berkata ini setelah 35 tahun. Masalah sedikit saya tahu tinggal telepon begini, kalau belum punya pengalaman, Anda tongkrongin, Anda jaga bisnis," katanya.

Ini Nasihat JK Kepada Pengusaha Pulsa yang 3 Kali Bangkrut



Jakarta -Seorang peserta d'Preneur curhat kepada pengusaha Jusuf Kalla (JK) mengenai pengalamannya tiga kali gagal memulai berbisnis pulsa. JK memberikan nasihat mendasar bagi seorang pengusaha pemula agar tak terus merugi atau bangkrut. 

"Anda masih mau juga bisnis pulsa, sudah gagal ke-4 kalinya," tanya JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2013).

Sang pengusaha pulsa tersebut menceritakan kegagalan pertamanya karena para pelanggannya banyak yang tak membayar. Ia mengaku sungkan atau tidak enak untuk menagih karena pertimbangan teman dan keluarnya.

Lalu usaha pulsa kedua gagal karena, sang pengusaha pulsa tersebut dikerjai teman-teman yang membeli pulsa secara serentak. Namun kenyataanya, pembelian pulsa itu dianggap sebagai hadiah ulang tahun untuk teman-temannya. Sehingga gagal lagi, pengusaha pulsa ini karena modalnya habis.

"Ketiga kalinya belajar dari pengalaman, ada pulsa ada uang, tapi malah nggak ada yang beli, dan akhirnya gagal," cerita pengusaha pulsa tersebut.

Mendengar cerita sang pengusaha pulsa itu, JK hanya membalas enteng. Menurutnya untuk menjadi pengusaha harus bisa memisahkan urusan bisnis dengan pertemanan atau persaudaraan. 

"Kalau Anda masih ngotot usaha pulsa, pisahkan kepentingan teman, kepentingan guru, kepentingan keluarga dari kepentingan bisnis, gagal adalah guru terbaik, namanya usaha harus fokus, kalau sudah bisnis ya bisnis jangan takut tagih pulsa karena dia keluarga Anda," jelas JK.


Jakarta - Jika ingin sukses, pengusaha harus punya 1.000 akal dalam berbisnis. Selain itu, pengusaha juga harus punya hasrat untuk tidak pernah puas.

Menurut mantan Wakil Presiden yang juga pengusaha nasional Jusuf Kalla (JK), banyak akal ini diperlukan untuk menjaga kelangsungan dalam berbisnis. Sementara hasrat untuk tidak pernah puas dibutuhkan agar bisnisnya tetap tumbuh.

"Entrepreneur itu dalam bahasa sansakerta itu aritnya saudagar. Itu artinya punya seribu akal. Anda harus punya akal untuk menjaga kemungkinan," ujar JK dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2013).

Selain banyak akal. Seorang pengusaha sukses dinilai tidak pernah puas dalam sebuah bisnis. Pengusaha selalu ingin masuk ke segala lini bisnis.

"Sulitnya pengusaha nggak pernah puas. Selalu ingin pertumbuhan. Bisnis tumbuh bisa dengan untung. Punya bisnis perumahan terus bikin telepon," jelasnya.
Sikap kita terhadap masalah, adalah masalah sebenarnya

Mereka yang sukses selalu melihat PELUANG di setiap MASALAH. Sementara mereka yang gagal selalu melihat MASALAH di setiap PELUANG.

H. WIRA PRADANA, ST
DIREKTUR UTAMA
PT. GLOBAL MEDIA NUSANTARA
Sejarah telah membuktikan bahwa Tuhan memuliakan seseorang dengan memberi kepadanya berbagai masalah untuk bertumbuh dan menyikapinya dengan benar. Yusuf AS, dibuang saudara-saudaranya ke dasar sumur dengan harapan kelak ada musafir yang akan menemukannya dan menjadikannya budak. Parasnya yang tampan membuat Yusuf AS memiliki harga jual tinggi yang hanya bisa dibayar oleh orang kaya dan pejabat negara. Jadilah ia budak dan pelayan istana!

Prestasinya sebagai pelayan membuatnya menjadi kepala urusan rumah tangga kerajaan, jadilah Yusuf AS sebagai orang kepercayaan raja!

Sekali lagi, bahwa ketika Tuhan akan memberikan kemuliaan kepada seseorang, 
maka Ia akan memberikan masalah. Ya, Yusuf AS dipenjara karena menjaga kehormatannya dan memper-tanggungjawabkan perbuatan yang tidak ia lakukan. Selama 13 tahun di dalam penjara Yusuf AS tidak meratapi nasibnya, menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Tuhan. Justru Yusuf AS menemukan ketenangan. Ia bisa menjadi pemimpin di antara para narapidana dan menjadi pusat kebijakan bagi penghuninya. Hingga satu kesempatan Yusuf AS menjadi satu-satunya orang yang bisa mentafsirkan mimpi sang raja dan memberikan solusi dari masalah yang akan dihadapi kerajaan. Keluarlah ia dari penjara dan akhirnya menjadi raja!

Sebagaimana sumur, penjarapun tidak mampu merendahkan derajatnya yang memang layak dan pantas untuk dimuliakan karena sikapnya yang benar terhadap setiap masalah yang dihadapinya. Ia selalu fokus kepada nilai kemuliaan, bukan masalah yang merendahkan. Ia tidak menyalahkan sudaranya yang telah membuangnya ke sumur, justru ia berterimakasih karena perbuatan mereka dahulu yang menjadikannya seperti saat ini.

Seseorang yang fokus kepada masalah, dan mereka selalu mengatakan bahwa “masalahnya ada pada…”; atau “jika saja perusahaan…”; bahkan mungkin “ini semua karena kesalahannya..”. Mereka melihat masalah selalu berada diluar dirinya. Anehnya lagi, hal ini membuat dirinya tersiksa. Perasaan “menjadi korban” menjadikan dirinya tertutup akan sebuah peluang yang membuat dirinya bernilai. Dan pada akhirnya memutuskan untuk memilih “tidak bertindak sama sekali kecuali mengkomentari dan selalu mencari kesalahan dan kelemahan orang lain!”.

Setiap ada masalah maka terbukalah peluang. Semakin besar masalahnya maka semakin “sulit dihindari peluangnya yang sangat besar”
Hasil yang dahsyat, dimulai dengan memberi arti positif

✦✦ KETIKA…
H. WIRA PRADANA, ST
DIREKTUR UTAMA
PT. GLOBAL MEDIA NUSANTARA
Aku ingin hidup KAYA…
Aku lupa,
bahwa HIDUP adalah sebuah KEKAYAAN.

✦✦ KETIKA…
Aku takut MEMBERI…
Aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki adalah PEMBERIAN.

✦✦ KETIKA…
Aku ingin jadi yang TERKUAT…
Aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN, Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

✦✦ KETIKA…
Aku takut RUGI…
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah….
ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA.

✦✦ BUKAN…
karena hari ini INDAH kita BAHAGIA…
tetapi karena kita BAHAGIA…
hari ini menjadi INDAH.
✦✦ BUKAN…
karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS…
tetapi karena kita OPTIMIS…
RINTANGAN menjadi tak terasa.

✦✦ BUKAN…
karena MUDAH kita YAKIN BISA…
tetapi karena kita YAKIN BISA…
semuanya menjadi MUDAH.

✦✦ BUKAN…
karena semua BAIK kita TERSENYUM…
tetapi karena kita TERSENYUM maka semua menjadi BAIK.

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

4 Pertanyaan dalam Memilih Peluang Usaha atau Peluang Bisnis yang Layak Anda Kerjakan


4 pertanyaan dalam memilih peluang usaha atau peluang bisnis yang layak kita kerjakan dengan sepenuh hati, tenaga, dan pikiran kita : 

1. Seberapa Besar kita dibayar / Seberapa besar untung yang kita dapatkan setiap terjadi penjualan dari peluang usaha / peluang bisnis yang kita jalankan dibandingkan biaya atau effort usaha yang kita keluarkan ?

Anda perlu teliti margin keuntungan dari peluang usaha / peluang bisnis yang akan anda jalankan. Anda bisa menjual berapa, dapat hasil berapa, anda perlu mengeluarkan biaya berapa dan mendapatkan hasil berapa. Peluang usaha / Peluang Bisnis yang bagus adalah sebuah peluang usaha yang membutuhkan sedikit biaya atau effort kerja, tetapi memiliki hasil yang besar, jauh melebihi biaya atau effort yang dilakukan. Bahkan kalau bisa, biaya yang anda keluarkan tidak ada sama sekali, atau tetap ada, tetapi bisa kembali lagi walaupun usaha anda kurang berjalan atau bahkan tidak berjalan sama sekali.

Seperti contohnya peluang usaha / peluang bisnis i-gist (Jasa Budidaya Kayu Jabon). Potensi hasil bisnisnya besar, dengan effort kerja yang mudah dan simple, karena ada program duplikasi bisnis dari Sekolah Bisnis IMSI, modal yang dikeluarkan relatif murah (tergolong usaha kecil) , dan yang menarik adalah, jika anda tidak bisa mengembangkan bisnisnya pun, dalam waktu kurang lebih 5 tahun anda berpotensi tetap bisa mendapatkan modal anda kembali bahkan berpotensi berlipat ganda.

2. Seberapa Cepat Kita dibayar dari hasil transaksi peluang usaha atau peluang bisnis yang sudah terjadi ?

Dalam Usaha / Bisnis, Cashflow sangat penting. Uang yang diterima cepat, jauh lebih baik dari uang yang diterima lambat. Mengingat dalam bisnis ada yang dinamakan Biaya Operasional. Jika uang yang diterima cepat, maka anda tidak perlu mengeluarkan biaya operasional yang besar, bahkan mungkin tidak ada biaya operasional, karena biaya-biaya tersebut bisa tercover dari keuntungan bisnis yang masuk dengan cepat, sejak terjadi transaksi penjualan. Sebaliknya , jika keuntungan bisnis masuknya lama, maka anda perlu mengeluarkan banyak biaya operasional sampai menunggu dana keuntungan itu cair. Semakin cepat masuk dana keuntungan dari transaksi bisnis yang terjadi semakin bagus peluang usaha / peluang bisnis tersebut. 

Dalam peluang usaha / Peluang Bisnis i-gist (Jasa Budidaya Kayu Jabon) diberlakukan pembayaran keuntungan harian , sehingga anda bisa menikmati hasil sangat cepat.

3. Seberapa lama Peluang Usaha / Peluang Bisnis nya bisa bertahan ? 

Untuk bisa menilai Peluang Usaha / Peluang Bisnis bisa bertahan berapa lama, kita perlu mempelajari 4 Pilar dalam kelangsungan bisnis, yaitu : 

A. Aspek legalitas dari Peluang Usaha / Peluang Bisnis tersebut. Jika legalitas nya sudah terpenuhi dari segala aspek, maka minimal kita bisa menyimpulkan bahwa bisnis tersebut aman untuk dijalankan, karena dari pihak pemerintah atau aparatur negara lainnya tidak akan mempermasalahkan bisnis / usaha yang kita jalankan. 

PT. Global Media Nusantara sebagai perusahaan yang menaungi peluang usaha / peluang bisnis I-gist (Jasa Budidaya Kayu Jabon) telah berdiri sejak tahun 2005 dan memiliki perizinan yang lengkap dan syah untuk usaha yang dijalankannya, bahkan telah memiliki sertifikasi international yang menunjukkan standart kualitas bisnisnya.

B. Selain legalitas, kita juga perlu mempertimbangkan Trend produk yang berkembang di pasaran. Apakah Peluang Usaha / Peluang Bisnis yang akan kita kerjakan itu sedang mengalami trend naik atau turun di masyarakat. Pengecekan ini bisa disurvey dari berbagai media pendukung seperti majalah, TV, Surat Kabar, dll.

Trend menanam pohon / kayu jabon saat ini sedang marak di masyarakat, didorong oleh kebijakan pemerintah dan dunia yang mendukung, dan juga pertumbuhan harga kayu yang signifikan dan stabil. Bahkan di media TV , majalah, surat kabar, bahkan billboard dan papan promosi di jalan-jalan banyak sekali membahas dan mempromosikan mengenai program menanam pohon, yang notabene itu adalah merupakan bisnisnya I-gist (Jasa Budidaya Kayu Jabon).

C. Aspek Keuangan atau Cashflow. Kita perlu menilai apakah usaha itu memiliki arus yang mudah / baik atau sulit ?, kalau dana yang berputar bersifat : "uang masuk dulu, baru produk atau jasa diberikan" , maka usaha tersebut bisa disimpulkan memiliki cashflow yang baik, karena tidak terjadi resiko "tidak dibayar" atau "resiko piutang" yang menumpuk. Dan dari segi pendapatan profitpun akan bisa dinikmati dengan segera, jika arus kas lancar.

Dalam bisnis i-gist ( jasa budidaya kayu jabon ) , semua produk dan jasanya menggunakan sistem cash di depan, dan pembagian keuntungannya pun harian, sehingga arus kas baik untuk perusahaan maupun untuk partner-partner bisnisnya bisa berjalan dengan lancar dan baik.

D. Aspek Supporting System dari peluang bisnis / peluang usaha yang dijalankan. Untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan kestabilan bisnis, sangat diperlukan yang dinamakan Support System. Support system ini yang menjamin kestabilan omzet, kestabilan service, kestabilan income, dll. Karena support system bisa membangun pola yang tetap dan terarah, sehingga bisa menghasilkan hasil / output yang diinginkan secara stabil. Ibarat mesin, jika sudah diprogram A, maka apapun inputannya, hasilnya akan tetap A.

Dalam peluang bisnis I-gist (Jasa Budidaya Kayu Jabon) , manajemennya memiliki standart support system international dari ISO 9001:2008 , dimana didalamnya terdapat sebuah pola yang mengatur manajemen, sehingga tercipta kestabilan service dan proses dalam manajemen. Sedangkan dalam pola pemasarannya, peluang usaha I-gist (Jasa Budidaya Kayu Jabon) memiliki standart support system dari Sekolah Bisnis IMSI, dimana didalamnya terdapat pola yang mengatur metode pemasaran dan metode duplikasi bisnis, sehingga bisa tercipta kestabilan omzet dan income dari bisnis ini walaupun anda baru memulai bisnis sekalipun.

4. Seberapa mudah closing bisnisnya? Dalam memilih peluang usaha / Peluang Bisnis yang baik, perlu kita pertimbangkan tingkat kemudahan penjualannya, yang artinya seberapa menarik Bisnis yang kita tawarkan, atau seberapa besar nilai tambah dari produk dan jasa yang ditawarkan, atau seberapa bagus alat bantu penjualan yang tersedia.

Peluang usaha / peluang bisnis i-gist (Jasa Budidaya Kayu Jabon) merupakan trend yang luar biasa saat ini, bahkan pada data statistik google disebutkan bahwa saat ini terdapat 1 juta pencari kata kunci "jabon" melalui www.google.com dalam sebulannya. Hal ini menunjukkan trend di masyarakat sedang meningkat dalam menanam pohon jabon, dan igist (Jasa Budidaya Kayu Jabon) memiliki banyak sekali nilai tambah di bidang jasa budidaya kayu jabon yang bisa memfasilitasi animo masayarakat dalam menanam pohon jabon tersebut.



Investasi Terpenting Untuk Hidup Yang Lebih Baik (Ilmu dari Warren Buffet Orang Terkaya di dunia di bidang Investasi)


Investasi Terpenting Untuk Hidup Yang Lebih Baik (Ilmu dari Warren Buffet Orang Terkaya di dunia di bidang Investasi)


Bpk. H.Wira Pradana,ST Makan Siang 
Bersama Mary Buffet

Pada tanggal 8 september 2012, Bapak H. Wira Pradana, ST mengikuti seminar investasi internasional di Singapura, dengan pembicara Mary Buffet keluarga dari Warren Buffet sebagai penulis buku best seller dunia mengenai teori-teori kesuksesan warren buffet (salah satu orang terkaya di dunia di bidang investasi).

Salah satu kesimpulan akhir dalam seminar itu, mary buffet menerangkan bahwa warren menjelaskan bahwa investasi terpenting yang membuat dia menjadi orang terkaya di dunia adalah "Invest in Yourself" yang artinya investasi pada diri sendiri untuk bisa selalu naik standart dari segi pengetahuan / ilmu, mental, dan sikap.

Dari kesimpulan itu, bisa kita ambil pelajaran bahwa pengembangan ilmu, sikap, dan mental merupakan faktor utama dalam pencapaian kesuksesan.

Mengapa investasi untuk meningkatkan ilmu, sikap, dan mental sangat penting untuk pencapaian kesuksesan ?, jawabannya : karena dalam proses pencapaian kesuksesan banyak sekali tantangan-tantangan yang dihadapi, mereka yang bisa melewati tantangan itulah yang bisa meraih kesuksesan, Berikut beberapa contoh nyata orang-orang sukses dengan tantangan yang dihadapinya :
  1. Bapak Chairul Tanjung (Owner Bank Mega, Trans7, TransTV, Carrefour, Bandung Supermall, dll), Beliau awal bisnisnya di Bandung, beliau menjual kavling Villa di daerah setiabudhi Bandung. Penjualan villa tersebut sangat buruk dan bisa dibilang tidak laku dan merugi. Tetapi beliau memiliki jiwa dan pikiran yang besar, dalam kondisi seperti itu justru beliau berkata kepada pegawainya "Suatu saat saya ingin punya mall terbesar di Bandung". Dalam hati, pegawai beliau tertawa, dan berkata "proyek jual villa saja ngga laku dan gagal, kok mikir punya mall terbesar di bandung". Ternyata sekarang beliau bukan hanya punya mall terbesar, bahkan di depan mallnya berdiri 2 hotel mewah dengan Trans studio sebagai tempat hiburan keluarga terbesar di Bandung. Kesuksesan besar diawali dengan punya pikiran dan jiwa yang besar, oleh karena itu Sekolah Bisnis IMSI mengajak mahasiswanya membaca Buku "Berpikir dan Berjiwa Besar" diawal programnya.
  2. Soichiro Honda (Pendiri HONDA) mengatakan, "Orang hanya melihat 1% keberhasilan saya (Perusahaan HONDA), orang tidak melihat 99% kegagalan yang saya alami".

Dan masih banyak lagi kisah-kisah orang sukses yang awalnya dari kegagalan akhirnya bangkit karena punya sikap dan mental yang positif.

Berikut Kutipan yang bisa menginspirasi anda tentang Sikap yang Positif :

☛☛☛ "Sikap kita terhadap masalah, adalah masalah sebenarnya" ☚☚☚

☛☛☛ "Hasil yang dahsyat, dimulai dengan memberi arti positif" ☚☚☚

Oleh karenanya, saat ini Gis4life menjadikan program sekolah bisnis IMSI sebagai program utama dalam membantu Duta Penyelamat Bumi meraih kesuksesan.

Dalam program Sekolah Bisnis IMSI terdapat beberapa kegiatan yang menunjang proses "Invest in Yourself" (Investasi untuk pengembangan diri), jika program ini dilakukan secara konsisten dan disiplin, maka rekan-rekan Duta Penyelamat Bumi setiap hari akan memiliki kenaikan standart dalam ilmu, sikap dan mental sehingga kesuksesan tinggal menunggu waktu saja. Berikut beberapa program pengembangan diri dalam sekolah bisnis IMSI : 
  1. Membaca buku 15 menit / hari (minimal) , yang kemudian 1 minggu sekali disharingkan dalam road to diamond meeting.
  2. Mendengarkan CD SIP 15 menit / hari (minimal) yang kemudian 1 minggu sekali di sharingkan dalam road to diamond meeting.
  3. ICSM , sebulan sekali kita belajar untuk meningkatkan skill bisnis kita.
  4. LC Swing, 4 bulan sekali kita belajar untuk meningkatkan kemampuan sikap dan mental kita
  5. BLS , 4 bulan sekali kita belajar dari inspirasi rekan-rekan kita yang sudah berhasil di bisnis inSegera mendaftar secara resmi ke Sekolah Bisnis IMSI, dan dapatkan potensi total income 1 Milyard dalam 12 bulan. Sesuai yang warren buffet katakan "Invest in Yourself".




HUBUNGI KAMI

Informasi Via telpon bisa hubungi :
Yogyakarta: +62 81227566913

Office: Jl. Rejowinangun No.13 KotaGede Yogyakarta


Email : info.igist@yahoo.co.id

Website: http://komunitasbisnishijau.blogspot.co.id